Jumat, 04 April 2014

Bahasa Indonesia 2



KATA PENGANTAR

Puji syukur atas kehadirat allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Penulisan Ilmiah ini. Adapun Penulisan ilmiah ini dibuat untuk melengkapi nilai salah satu mata kuliah di jurusan  Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma dengan mengambil judul “Analisa Kredit Perbankan Pada Bank Umum”.
Proses penyelesaian penulisan ilmiah ini, tidak lepas bantuan serta bimbingan dari berbagai pihak, oleh karena itu perkenankanlah penulis mengucapkan terima kasih atas segala bantuan dan bimbingan moril maupun materil yang secara langsung maupun tidak langsung, yang tentunya sangat  membantu penulis dalam menyelasaikan penulisan ilmiah ini.
Ucapan terima kasih penulis haturkan kepada :
1.        Ibu Prof. Dr. E.S. Margianti, SE, MM, selaku Rektor Universitas Gunadarma
2.        Bapak Budi Santoso selaku Dosen mata kuliah ini
3.        Kedua Orang tua kami, dan teman-teman kami yang telah membantu
Akhir kata penulis berharap agar penulisan ilmiah ini dapat bermanfaat bagi yang memerlukan, dan atas kebaikan dan bantuan yang telah diberikan kepada penulis, penulis doakan mendapat imbalan yang berlipat ganda dari Allah SWT. amin. Jika ada Saran dan Kritik penulis dengan senang hati menerimanya. Terima Kasih

Bekasi, April 2014
Penulis

























BAB 1
PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang
Bank merupakan lembaga keuangan berbadan hukum yang mempunyai andil penting dalam pertumbuhan ekonomi suatu Negara. Kegiatan bank sebagai lembaga keuangan tidak akan lepas dari bidang keuangan, kegiatan-kegiatan bank yaitu menghi,pun dana ( funding ), dan menyalurkan dana (lending ). Kegiatan-kegiatan bank tersebut merupakan fungsi utama perbankan. Berdasarkan UU No. 10 Tahun 1998 tentang perbankan dinyatakan bahwa fungsi utama perbankan adalah sebagai penghimpun dana dan penyalur dana. Salah satu kegiatan bank yang mengalami pertumbuhan adalah menyalurkan dana ( lending ) ke pada pihak yang membutuhkan dana.
Perbankan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan dengan mengadakan pengumpulan dana melalui usaha-usaha yang dijalankan perbankan, seperti tabungan, deposito, dan giro. Dan adapun penyaluran dana yang dilakukan oleh bank dilakukan melalui pemberian pinjaman yang lebih dikenal oleh masyarakat dengan nama kredit.
Berdasarkan UU No.10 tahun 1988 tentang perubahan atau UU no.7 tahun 1992 tentang Perbankan, yang dimaksud kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara pihak bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga.
Seperti yang kita ketahui bahwa gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini semakin konsumtif. Penyataan ini dapat dibuktikan dari data Bank Indonesia hingga awal Agustus 2011 yang menyebutkan nilai kredit yang telah disalurkan kepada nasabah mencapai Rp 113 Trilyun atau tumbuh 6,2 persen sepanjang tahun ( ytd ) dan 23,2 persen secara year on year ( yoy ). Nilai kredit tersebut meliputi kredit investasi, kredit modal kerja, kredit konsumsi dan kredit usaha tanpa bunga dan anggunan atau kredit multiguna.
Pertumbuhan kredit  didukung oleh pola fikir masyarakat yang mengalami perubahan dalam memahami manfaat dari kredit perbankan. Fasilitas serta persyaratan yang mudah dari pihak bank sangat mempengaruhi pola fikir masyarakat untuk menggunakan jasa kredit perbankan pada bank umum konfensional.
Berdasarkan fenomena yang ada, maka penulis tertarik untuk melakukan studi penelitian dengan judul “ANALISA KREDIT PERBANKAN PADA BANK UMUM KONVENSIONAL”.

1.2              Rumusan Masalah Dan Batasan Masalah
1.2.1    Rumusan Masalah
            Sesuai identifikasi masalah diatas maka rumusan masalah dalam studi adalah :
            “Apa dampak dari kredit perbankan pada bank umum konvensional bagi masyarakat, bank sebagai lembaga keuangan, dan pemerintah atau negara ?”

1.2.2    Batasan Masalah
            Pada studi penulisan ini, penulis membatasi empat aspek studi Kredit Perbankan yaitu aspek pengertian kredit menurut para ahli, Undang-Undang, dan Kamus Besar Bahasa Indonesia, aspek pertimbangan penyaluran dana, aspek jenis-jenis kredit perbankan, aspek hukum kredit perbankan, dan aspek manfaat kredit perbankan.
1.3       Tujuan Penulisan
            Penulisan ini bertujuan untuk :
1.      Untuk memberikan pengetahuan dan informasi mengenai seluk beluk perkreditanperbankan di Indonesia.
2.      Untuk mengetahui dampak dari kredit perbankan bagi masyarakat, bank sebagai lembaga keuangan, dan pemerintah atau negara.

1.4       Manfaat Penulisan
1.      Bagi Penulis
Penulisan ini diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan yang lebih luas lagi tentang Kredit Perbankan Pada Bank Umum Konvensional yang ada di Indonesia.
2.      Bagi Pembaca
Diharapkan dapat dijadikan sebagai sumbangan bagi dunia ilmu pengetahuan agar berguna bagi mereka yang memerlukannya terutama mahasiswa dan mahasiswi.

1.5       Metode Penulisan

1.5.1    Objek Penulisan
Adapun objek yang dipilih dalam rangka penulisan ini adalah kredit perbankan pada bankumum konvensional di Indonesia.

1.5.2    Data / Variabel
Penulis menggunakan data dari Undang-Undang Dasar mengenai kredit perbankan yang berlaku di Indonesia.

1.5.3    Metode Pengumpulan Data
Cara yang digunakan untuk memperoleh data daam pembuatan tulisan ini, penulis menggunakan teknik penulisan sebagai berikut :
1.      Library Research ( Penelitian Kepustakaan )
Yaitu pengumpulan data yang relevan secara tertulis melalui buku-buku, diklat, dan literature lainnya.
2.      Pengambilan Data Dalam Internet
Penelitian dilakukan dengan cara pengumpulan data yang terdapat di berbagai website yaitu dengan cara pengambilan inti sari yang memuat materi ini.













BAB II
LANDASAN TEORI

4.1 Kerangka Teori

4.1.1    Pengertian Analisis Kredit Perbankan Pada Bank Umum Konvensional
Pengertian studi kredit perbankan membahas aspek kehidupan perekonomian secara makro dan mikro yang meliputi pengertian kredit perbankan menurut para ahli, Undang-Undang, dan Kamus Besar Bahasa Indonesia, aspek pertimbangan penyaluran dana terbaru, aspek jenis-jenis kredit perbankan, aspek hukum kredit perbankan terbaru, dan aspek manfaat kredit perbankan.

4.1.2    Tujuan Dilaksakan Kredit Perbankan Pada Bank Umum Konvensional
Analisa Kredit Perbankan Pada Bank Umum Konvensional bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan informasi mengenai seluk beluk perkreditan perbankan di Indonesia yang meliputi manfaat dari kredit perbankan pada bank umum konvensional, pemilihan perhitungan bunga kredit yang menguntungkan bagi nasabah atau debitur, dan aspek-aspek lain yang perlu diketahui nasabah perihal kredit dan masalah keuangan

4.1.3      Pengertian Kredit Perbankan
1.      Kredit berasal dari bahasa Yunani, yaitu credere atau credo yang berarti kepercayaan ( trustatau faith )Kegiatan orang perorang atau badan usaha dalam rangka pemenuhan kebutuhan hidupnya dengan cara pinjam meminjam dinamakan Kredit. Berdasar dari kegiatan pemberian kredit dari yang memberikan kredit kepada yang menerima kredit adalah kepercayaan. Transaksi kredit timbul karena suatu pihak meminjam sejumlah uang atau sesuatu yang dipersamakan dengan itu, di mana pihak peminjam wajib melunasi kredit/ hutangnya pada waktu yang telah ditentukan. Disamping itu kredit pun timbul sebagai akibat adanya transaksi jual beli, dimana pembayarannya ditangguhkan, baik sebagian maupun seluruhnya.
2.      Pengertian kredit menurut UU Perbankan No.7 tahun 1992 :
“Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam antara suatu perusahaan dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu dengan jumlah uang, imbalan atau pembagian hasil keuntungan.”
3.              Pengertian kredit  menurut Eric L. Kohler (1964;154) :
“Kredit adalah kemampuan untuk melaksanakan suatu pembelian atau mengadakan suatu pinjaman dengan suatu janji pembayarannya akan dilakukan dan ditangguhkan pada suatu jangka waktu yang disepakati”.
4.              Pengertian kredit menurut Teguh Pudjo Muljono (1989;45) :
“Kredit adalah suatu penyertaan uang atau tagihan atau dapat juga barang yang menimbulkan tagihan tersebut pada pihak lain. Atau juga memberi pinjaman pada orang lain dengan harapan akan memperoleh suatu tambahan nilai dari pokok pinjaman tersebut yaitu berupa bunga sebagai pendapatan bagi pihak yang bersangkutan”.
5.              J. A. Lavy, merumuskan arti kredit adalah menyerahkan secara sukarela sejumlah uang untuk dipergunakan secara bebas oleh penerima kredit
6.              Drs. Muchdarsyah Sinungan, kredit adalah suatu prestasi yang diberikan oleh satu pihak kepada pihak lainnya, dimana prestasi akan dikembalikan lagi pada masa tertentu yang akan diserahi dengan suatu kontraprestasi berupa bunga.
7.              Pengertian kredit yang keempat (masih menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah pinjaman sampai batas jumlah tertentu yang diizinkan oleh bank atau badan lain.
8.              Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 (Undang-Undang yang Diubah), Pemgertian kredit diatur dalam pasal 1 butir 11 “Kredit adalah penyedian uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjaman meminjam antara bank dengan pihak lain, yang mewajibkan pihak lain untuk melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga.



































BAB III
METODE PENULISAN

3.1       Objek Penulisan
            Adapun objek yang dipilih dalam rangka penulisan ini adalah kredit perbankan pada bankumum konvensional di Indonesia.

3.2       Data / Variabel
Penulis menggunakan data dari Undang-Undang Dasar mengenai kredit perbankan yang berlaku di Indonesia.

3.3       Metode Pengumpulan Data
            Cara yang digunakan untuk memperoleh data daam pembuatan tulisan ini, penulis menggunakan teknik penulisan sebagai berikut :
1.      Library Research ( Penelitian Kepustakaan )
Yaitu pengumpulan data yang relevan secara tertulis melalui buku-buku, diklat, dan literature lainnya.
2.      Pengambilan Data Dalam Internet
Penelitian dilakukan dengan cara pengumpulan data yang terdapat di berbagai website yaitu dengan cara pengambilan inti sari yang memuat materi ini.


























BAB IV
PEMBAHASAN

4.1       Data dan Profil Objek Penulisan
            Objek yang dipilih dalam rangka penulisan ini adalah kredit perbankan pada bank umumkonvensional di Indonesia.

4.2       Sumber Data dan Hasil Penulisan

4.2.1    Manfaat Kredit Perbankan
Manfaat kredit perbankan bagi debitur
A.    Untuk meningkatkan usahanya maka debitur dapat menggunakan dana kredit untuk pengadaan atau peningkaan berbagai factor produksi, baik berupa tambahan modal kerja, mesin, bahan baku, maupun peningkatan sumber daya manusia, metode, pasar , sumber daya alam dan teknologi.
B.     Kredit bank relatif mudah diperoleh apabila usaha debitur layak untuk dibiayai (feasible ).
C.     Jumlah bank yang ada dinegara kita dewasa ini relatif  banyak, sehingga calon debitur lebih mudah memilih bank yang cocok dengan usahanya.
D.    Biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh kredit bank ( antara lain provisi dan bunga ) relative murah.
E.     Terdapat berbagai macam/jenis/tipe kredit yang disediakan oleh perbankan, sehingga calon debitur dapat memilih jenis yang paling sesuai.
F.      Dengan memperoleh kredit dari bank, biasanya debitur tersebut sekaligus terbuka kesempatannya untuk menikmati produk/jasa bank lainnya seperti transfer, bank garansi, pembukaan letter of credit dan lain sebagainya.
G.    Rahasia keuangan debitur terlindungi.
H.    Jangka waktu kredit dapat disesuaikan dengan kebutuhan calon debitur.

Manfaat kredit bagi bank
Bank memperoleh pendapatan berupa bunga yang diterima dari debitur. Disamping bunga, walaupun jumlahnya tidak signifikan diperoleh pula pendapatan dari provisi atau biaya administrasi dan denda ( penalty ) & Fee Base Income ( biaya transfer, L/C iuran credit card atau ATM ) dan sebagainya.
Dengan diperolehnya pendapatan bunga kredit, maka diharapkan rentabilitas bank akan membaik yang tercermin dalam perolehan laba yang meningkat.
Dengan pemberian kreditnya, bank sekaligus dapat memasarkan produk-produk/jasa-jasa bank lainnya seperti giro, tabungan, deposito, sertifikat deposito, transfer, jaminan bank, dan lain sebagainya. Produk atau jasa-jasa tersebut dijual melalui salah satu persyaratan yang tertuang dalam perjanjian kredit dimana debitur harus menyalurkan semua kegiatan usahanya melalui bank yang bersangkutan.
Dengan adanya kegiatan pemberian kredit, maka bank dapat mendidik dan meningkatkan kemampuan para personilnya untuk lebih mengenal secara rinci kegiatan usaha secara riil di berbagai sektor ekonomi. Personil/tenaga kerja yang terdidik dan terlatih sehingga mempunyai keahlian khusus merupakan asset yang sangat berharga bagi bank.

Manfaat kredit bagi Pemerintah atau Negara
Kredit bank dapat dipergunakan sebagai alat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi baik secara umum maupun untuk sector tertentu saja. Kredit bank dapat dijadikan alat atau piranti pengendalian moneter. Manakala uang yang besar dianggap terlalu banyak sehingga berdampak inflatoir ( dimana harga barang dan jasa pada umumnya meningkat ), maka kredit bank harus dikurangi antara lain melalui kenaikan suku bunga atau pembatasan jumlah pagu kredit, sehingga masyarakat enggan ( discourage ) untuk meminjam atau kesempatan meminjam menjadi berkurang.Begitu pula sebaliknya dengan cara seperti itu arus tukar menukar barang dan jasa menjadi lancar.
Kredit bank dapat menciptakan dan menigkatkan lapangan usaha dan lapangan kerja. Kredit bank dapat menciptakan dan meningkatkan pemerataan pendapatan masyarakat. Secara tidak langsung pemberian kredit bank akan meningkatkan pendapatan Negara yang berasal dari pajak perusahaan yang tumbuh dan berkembang volume usahanya.
Pemberian kredit bank yang sahamnya dimiliki oleh pemerintah/Negara/daerah yang berhasil meningkatkan labanya, akan menambah pendapatan pemerintahan/negara/daerah yang berupa setoran bagian deviden yang bersangkutan. Pemberian kredit bank dapat menciptakan dan memperluas pasar. Dengan adanya kredit bank maka volume produksi dan konsumsi akan meningkat dan hal itu akan mendorong terciptanya pasar baru serta peningkatan pasar yang telah ada.

Manfaat kredit bagi masyarakat
Dengan adanya kredit bank yang mendorong pertumbuhan dan perluasan ekonomi, maka akan mengurangi tingkat pengangguran dan meningkatkan tingkat pendapatan masyarakat.
Untuk kelompok masyarakat yang memiliki keahlian dan profesi tertentu dapat terlibat dalam proses pemberian kredit, misalnya seorang konsultan proyek dapat turut serta dalam pembuatan project proposal atau studi kelayakan proyek ( project feasibility study ). Bagi notaris dapat terlibat dalam pembuatan perjanjian kredit dan pengikatan jaminan. dan lain sebagainya.
Para pemilik dana yang menyimpan di bank berharap agar kredit bank berjalan lancar, sehingga dana mereka yang digunakan/disalurkan oleh bank dapat diterima kembali secara utuh beserta sejumlah bunganya sesuai kesepakatan.
Adanya jenis-jenis kredit tertentu seperti bank garansi atau L/C, akan memberikan rasa aman dan ketenangan bagi pihak yang terlibat misalnya pimpinan proyek, kontraktor atau para supplier/penjual yang terlibat di dalamnya.

4.2.2          Sifat penggunaan dana

1.      Revolving
Pada kredit revolving pinjaman yang telah dilunasi masih dapat ditarik kembali maka sifat pemakaian dana jenis kredit ini adalah “ naik-turun” sesuai dengan kebutuhan debitur.
Ciri dari  kredit Revolving adalah :
A.    Debitur diberi suatu plafond/limit kredit tertentu dan plafon tersebut merupakan jumlah dana maksimum yang dapat ditarik.
B.     Kebutuhan dana tegantung dari cash flow ( arus kas )
C.     Umumnyan termasuk kredit jangka pendek ( minimun 1 Tahun) dan dapat diperpanjang
D.    Penarikan dapat juga bertahap atau sekaligus demikian juga pelunasannya

2.      Non Revolving
Kredit tidak dapat ditarik secara berulang –ulang
Ciri-ciri kredit non revolving adalah :
A.    Penarikan dana dapat dilakukan secara langsung dan sekaligus.atau secara bertahap sesuai perjanjian( umumnya penarikan dilakukan secara sekaligus )
B.     Pelunasan pinjaman dapat dilakukan secara bertahap atau sekaligus sesuai perjanjian
C.     Debitur tidak dapat menarik dana yang telah dilunasi dengan demikina outstanding pinjaman akan terus menurun
D.    Dari sudut jangka waktunya kredit ini merupakan kredit jangka pendek atau jangka panjang.

4.2.3        Cara penarikan / pembayaran kembali kredit
Ada dua sistem penarikan dan pengembalian kredit yaitu :
1.   Tidak ter-schedule
artinya penarikan dan kredit dapat dilakukan setiap saat selama periode kredit masih berlaku dengan pembeitahuan kepada pihak bank sedangkan untuk pembayaran/pelunasan pinjaman dapat dilakukan setiuap saat tanpa jadwal tertentu.
2.   Ter-schedule
Penarikan dana kredit yang telah ditentukan.
A.    Sistem angsuran tetap bulanan;
Angsuran yang jumlahnya tetap tiap bulan terdiri dari angsuran pokok dan bunga (anuated)
B.     Sistem angsuran pokok tetap bulanan:
Angsuran bulanan yang tertdiri dari angsuran pokok yang besarnya tetap selama jangka waktu kredit dan bunga yang besarnya dihitung dari pokok yang belum
C.     Pembayaran dengan sistem bertahap:
Sistem pembayaran yang jangka waktu   pembayaran pokok dan bunganya diatur secara khusus.

4.2.4        Sifat dan Sistem Perhitungan Suku Bunga
1.      Sifat perhitungan suku bunga
A.    Variabel rate
Tingkat suku bunga yang dapat berubah-ubah dan tergantung dari kondisi pasar (base rate )
B.     Fixed rate
Tingkat suku bunga yang tidak akan berubah, sejak negosiasi pertama kali sampai jatuh waktu kredit yang telah ditentukan.

2.      Sistem perhitungan suku bunga
A.    Bunga tetap ( fixed interest )
Suku bunga ini akan berubah selama periode tertentu sesuai kesepakatan. Jika suku bunga pasar berubah ( naik atau turun ), bank atau lembaga pembiayaan akan tetap konsisten pada suku bunga yang telah ditetapkan.

B.     Bunga mengambang (floating interest)
Suku bunga akan mengikuti naik-turunnya suku bunga pasar. Jika suku bunga
pasar naik, maka bunga kredit pun akan ikut naik. Demikian pula sebaliknya. Sistem ini diterapkan pada KPR, kredit Pinjaman Modal kerja, usaha, dan investasi.

C.     Bunga flat ( flat interest )
Pada sistem ini, jumlah pembayaran utang pokok dan bunga kredit besarnya sama tiap bulan. Bunga ini diperuntukkan kredit jangka pendek seperti kredit kendaraan dan KTA.

D.    Bunga efektif ( effective interest )
Perhitungan beban bunga dihitung setiap akhir periode pembayaran angsuran berdasarkan saldo pokok. Jadi, beban bunga akan semakin menurun setiap bulan karena pokok utang jadi berkurang.

E.     Bunga anuitas ( anuity interest )
Dalam perhitungan anuitas, porsi bunga pada masa awal sangat besar, sedangkan porsi angsuran pokok sangat kecil. Namun, mendekati akhir masa kredit, keadaan akan berbalik.

4.2.5    Perhitungan Bunga Kredit
Dalam melakukan perhitungan bunga kredit, dapat dilakukan dalam 2 bentuk :
1.      Perhitungan bunga flat
Pengertian flat adalah bahwa bunga pinjaman selalu dihitung dari pokok awal pinjaman. Dengan demikian jumlah bunga yang dibayar setiap bulan adalah sama.
Rumus perhitungan :
                                    Angsuran : Pokok + ( Pokok x Bunga x tahun)
                                                                        Bulan
Keterangan :
Angsuran              : jumlah angsuran per bulan
Pokok                   : pokok awal pinjaman
Bunga                   : suku bunga pinjaman flat per tahun
 Tahun                  : jangka waktu pinjaman dalam tahun
Bulan                    : jangka waktu pinjaman dalam bulan

2.      Perhitungan bunga efektif ( anuitas )
Pengertian efektif/anuitas ini adalah bahwa bunga pinjaman selalu dihitung dari sisa pokok pinjaman dengan demikian jumlah bunga yang dibayar dari bulan ke bulan adalah berbeda ( semakin kecil ) karena seiring dengan cicilan yang dilakukan sisa pokok pinjaman akan berkurang.
Rumus perhitungan :
                                    Bunga angsuran : Sisa Pokok x bunga x 1
                                                                                    12
Keterangan :
Bunga angsuran    : bunga bulan yang bersangkutan
Sisa pokok            : sisa pokok pinjaman
Bunga                   : suku bunga pinjaman efektif per tahun

Sebenarnya suku bunga flat merupakan hasil konversi dari suku bunga effektif, suku bunga pinjaman yang sebenarnya adalah effektif/anuitas. Dalam prakteknya suku bunga yang diberikan kepada debitur umumnya adalah suku bunga flat karena ;
·         Selalu terlihat lebih kecil dari pada suku bunga effektif/anuitas.
·         Perhitungan cicilan per bulan akan jauh lebih mudah dengan menggunakan suku bunga flat dibandingkan dengn suku bunga effektif.
·         Lebih muda menerangkan perhitungan dengan system flat dibandingkan system efektif. Komunikasi antara bank dengan calon debitur dapat diperlancar.

Sistem cicilan dapat dibagi menjadi dua tahap :
1.      Sistem in arrear
yaitu pada sistem ini cicilan pertama baru dilakukan satu bulan setelah pengikatan kredit.
Menghitung cicilan in arrrear :
                                    Angsuran :     Pokok x Rate
1-1/(1+Rate)n
Keterangan :
Angsuran         : angsuran per bulan
Pokok              : pokok awal pinjaman
Rate                                      Rate                 : suku bunga effektif per bulan ( dalam persen )
N                     : jumlah bulan cicilan

2.      Menghitung cicilan in advance adalah :

Angsuran : (Pokok – angsuran) x rate
                                                              1-1/(1+rate) (n-1)

keterangan :
angsuran               : angsuran per bulan
pokok                   : pokok awal pinjaman
rate                       : suku bunga efektif per bulan (%)
n                           : jumlah bulan cicilan

Rumus untuk menghitung konversi bunga effektif ke bunga flat adalah :
                                    Flat : (angsuran x N) – Pokok  x 100 %
                                                            Pokok x tahun



Keterangan :
Flat                  : suku bunga pinjaman flat dalam  persen/tahun
Angsuran         : jumlah cicilan per bulan
Pokok              : pokok awal pinjaman
N                     : jumlah bulan pinjaman
Jumlah             : jumlah tahun pinjaman

Contoh :
Plafond                       = 10 jt
Jangka waktu              = 24 bln ( 2 X 12 )
Rate                             = 33 % / pa. efektif

In Arrear
                                                10.000.000 X 2.75 %
Angsuran =                   1 – 1/ ( 1+ 2.75 % ) 24
Angsuran = Rp 754.712,64 >  Perbulan
Bunga flat untuk angsuran tersebut adalah :
Flat       =  ( 574.712.64 X 24 ) – 10.000.000 X 100 %
                                                10.000.000 X 2                                                           
                        = 18.98 %.pa

In advance
Angsuran           =          ( 10.000.000 – Angsuran )          X          2.75 %
                                                                        1 – 1/ ( 1 + 2.75 % ) ( 24-1 )
Angsuran = Rp 559.284.12 > per bulan

Bunga flat untuk angsuran tersebut adalah :
Flat      (559,284.12 x 24) – 10.000.000 x 100%
                                    10.000.000 x 2
                        17.11 % .pa
Dapat disimpulkan bahwa :
Untuk pinjaman 2 tahun dan bunga effektif 33%pa, suku bunga in arrear adalah 18,96 %.pa lebih besar dari suku bunga in advance yaitu 17.11
Dapat dilihat juga bahwa bunga flat ( in arrear maupun in advance) jauh lebIh kecil dibandingkan suku bunga effektif yang sebenarnya.
Suku bunga flat hanya dipengaruhi oleh suku bunga dan jangka waktupinjaman tidak dipengaruhi oleh besarnya pinjaman, dengan demikian pinjaman sebesar Rp. 10 juta dengan Rp. 100 juta jika kondisi suku bunga effektif dan jangka waktu pinjaman yang sama akan memberi hasil bunga flat yang sama.

4.2.6        Pertimbangan Penyaluran Dana
Hal-hal yang selalu ingin diketahui bank sebelum menyalurkan dananya dalam bentuk kredit maupun pembiayaan berdasar prinsip syariah adalah:
1.      Perizinan dan Legalitas
Perizinan dan aspek legalitas tersebut antara lain izin mendirikan bangunan (IMB),Surat izin tempat usaha, Sertifikat tanah dll.
2.      Karakter
Untuk menilai karakter suatu nasabah dan meramalkan perilakunya di masa yang
akan datang, bank hanya dapat menggunakan beberapa indikator, yaitu : profesi, penampilan, lingkungan sosial, pengalaman dan tindakan perilaku di masa yang akan dating
3.      Pengalaman dan Manajemen
Pengalaman dan manajemen sangat memepengaruhi kemampuan kinerja nasabah
4.      Kemampuan teknis
Kemempuan teknis nasabah menyangkut faktor yang dapat mendukung kegiatan usaha nasabah secara teknis. Faktor-faktor nya antara lain adalah : tersedianya mesin dan peralatan, tenaga kerja yang diperlukan, dll.
5.      Pemasaran
Bagi kegiatan nasabah yang memerlukan pemasaran atas suatu produk, kegiatan maka kegiatannya harus didukung dengan perencanaan pemasaran yang matang dan wajar
6.      Sosial
Pihak bank harus hati-hati apabila membiayai kegiatan nasabah yang tidak disukai oleh masyarakat, karena dapat menyebabkan terganggunya kemampuan nasabah dalam memenuhi kewajibannya terhadap bank
7.      Keuangan
Laporan keuangan seringkali tidak mencerminkan posisi keuangan secara riil
8.      Agunan
Pihak bank harus yakin bahwa agunan yang telah diserahkan ke bank berdasarkan perjanjian yang sah secara yuridis

4.2.7        Jenis – Jenis Kredit
1.      Jenis kredit menurut tujuan
A.    Kredit konsumtif : Merupakan kredit yang digunakan untuk dikonsumsi atau dipakai secara pribadi. Dalam kredit ini tidak ada pertambahan barang dan jasa yang dihasilkan, karena memang untuk digunakan atau dipakai oleh seseorang atau badan usaha.
B.     Kredit Produktif : Kredit yang digunakan untuk meningkatkan usaha atau produksi atau investasi. Kredit ini diberikan untuk menghasilkan barang dan jasa. Artinya kredit ini digunakan untuk diusahakan sehingga menghasilkan sesuatu baik berupa barang maupun jasa.
C.     Kredit perdagangan : Kredit perdagangan merupakan kredit yang digunakan untuk kegiatan perdagangan dan biasanya untuk membeli barang dagangan yang pembayarannya diharapkan dari hasil penjualan barang dagangan tersebut. Kredit ini sering diberikan kepada supplier atau agen-agen perdagangan yang akan membeli barang dalam jumlah tertentu.

2.      Jenis kredit menurut jangka waktu
A.    Kredit jangka pendek ( short term loan ) : Kredit ini merupakan kredit yang memiliki jangka waktu kurang dari 1 tahun atau paling lama satu tahun dan biasanya digunakan untuk keperluan modal kerja.
B.     Kredit jangka menengah ( medium term loan ) : Jangka waktu kreditnya berkisar antara 1 tahun sampai dengan 3 tahun, kredit jenis ini dapat diberikan untuk modal kerja. Beberapa Bank mengklasifikasikan kredit menengah menjadi kredit jangka panjang.
C.     Kredit jangka panjang ( long term loan ) : Merupakan kredit yang masa pengembaliannya paling panjang yaitu diatas 3 tahun atau 5 tahun. Biasanya kredit ini digunakan untuk investasai jangka panjang seperti perkebunan karet, kelapa sawit atau manufaktur dan kredit konsumtif seperti kredit perumahan.

3.      Jenis kredit Dengan jaminan
A.    Unsecured loan: Yaitu kredit yang diberikan tanpa jaminan barang atau orang tertentu. Kredit jenis ini diberikan dengan melihat prospek usaha, karakter serta loyalitas si calon debitur selama berhubungan dengan Bank yang bersangkutan.
B.     Secured loan : Merupakan kredit yang diberikan dengan suatu jaminan tertentu. Jaminan tersebut dapat berbentuk barang berwujud atau tidak berwujud. Artinya setiap kredit yang dikeluarkan akan dilindungi senilai jaminan yang diberikan si calon debitur.

4.      Jenis kredit berdasarkan sektor usaha
A.    Kredit pertanian Merupakan kredit yang dibiayai untuk sektor perkebunan atau pertanian rakyat. Sektor usaha pertanian dapat berupa jangka pendek atau jangka panjang.
B.     Kredit peternakan : Dalam hal ini kredit diberikan untuk jangka waktu yang relatif pendek misalnya peternakan ayam dan untuk kredit jangka panjang seperti kambing atau sapi.
C.     Kredit industri Yaitu kredit untuk membiayai industri pengolahan baik untuk industri kecil, menengah atau besar.
D.    Kredit pertambangan  : Yaitu jenis kredit untuk usaha tambang yang dibiayai, biasanya dalam jangka panjang, seperti tambang emas, minyak atau tambang timah.
E.     Kredit pendidikan Merupakan kredit yang diberikan untuk membangun sarana dan prasarana pendidikan atau dapat pula berupa kredit untuk para mahasiswa yang sedang belajar.
F.      Kredit profesi  : Diberikan kepada kalangan profesional seperti, dosen, dokter atau pengacara.
G.    Kredit perumahan Yaitu kredit untuk membiayai pembangunan atau pembelian rumah.

5.      Jenis kredit berdasarkan Pencairan
A.    Non cash loan
B.     Cash loan
C.     Kredit revolving
D.    Contingency financing

6.      Jenis kredit menurut penggunaan
A.    Kredit Eksploitasi : Disebut juga kredit modal kerja / kredit produk. Yaitu kredit berjangka waktu pendek yang diberikan oleh suatu bank kepada perusahaan untuk membiayai kebutuhan modal kerja perusahaan sehingga dapat berjalan dengan lancar.
B.     Kredit Investasi: Yaitu kredit yang biasanya digunakan untuk keperluan perluasan usaha atau membangun proyek/pabrik Baru di mana masa pemakaiannya untuk suatu periode yang relatif lebih lama dan biasanya kegunaan kredit ini adalah untuk kegiatan utama suatu perusahaan.
C.     Kredit Konsumtif : Merupakan kredit yang digunakan untuk dikonsumsi atau dipakai secara pribadi. Dalam kredit ini tidak ada pertambahan barang dan jasa yang dihasilkan, karena memang untuk digunakan atau dipakai oleh seseorang atau badan usaha.


7.      Jenis kredit menurut sumber dana
A.    Dana internal bank
B.     Dana eksternal bank
C.     Sindikasi

8.      Kredit lainnya:
A.    Bank to back loan : Kredit yang dijamin dengan dana minimal sebesar 100% dari   plafon kreditnya
B.     Two Step Loan : Kredit usaha yang sumber dananya diberikan kepada debitur melalui 2 tahap, misalnya ADB kepada BCA melalui BI
C.     Syndication loan : Kredit usaha yang sumber dananya diperoleh dari beberapa bank atau lembaga keuangan.

5.2.8        Unsur-Unsur Kredit
Ada beberapa unsur kredit menurut Kasmir (2006:74) yaitu :
1.             Kepercayaan
Yaitu suatu keyakinan pemberian kredit (Bank) bahwa kredit yang diberikan baik berupa uang, barang atau jasa akan benar-benar diterima kembali dimasa tertentu di masa datang. Kepercayaan ini diberikan oleh Bank, karena sebelum dana dikucurkan, sudah dilakukan penelitian dan penyelidikan yang mendalam tentang nasabah. Penelitian dan penyelidikan dilakukan untuk mengetahui kemampuannya dalam membayar kredit yang disalurkan.
2.             Kesepakatan
Di samping unsur kepercayaan di dalam kredit juga mengandung unsur kesepakatan antara si pemberi kredit dengan si penerima kredit. Kesepakatan ini dituangkan dalam suatu perjanjian di mana masing – masing pihak menandatangani hak dan kewajibannya masing- masing. Kesepakatan penyaluran kredit dituangkan dalam akad kredit yang ditangani oleh kedua belah pihak Bank dan nasabah.
3.             Jangka Waktu
Setiap kredit yang diberikan pasti memiliki jangka waktu tertentu, jangka waktu ini mencakup masa pengembalian kredit yang telah disepakati. Hampir dapat dipastikan bahwa tidak ada kredit yang tidak memiliki jangka waktu.

4.             Resiko
Faktor resiko kerugian dapat diakibatkan dua hal yaitu resiko kerugian yang diakibatkan nasabah sengaja tidak mau membayar kreditnya padahal mampu dan resiko kerugian yang diakibatkan karena nasabah tidak sengaja yaitu akibat terjadinya musibah seperti bencana alam. Penyebab tidak tertagih sebenarnya dikarenakan adanya suatu tenggang waktu pengembalian (jangka waktu). Semakin panjang jangka waktu suatu kredit semakin besar resikonya tidak tertagih, demikian pula sebaliknya. Resiko ini menjadi tanggungan Bank, baik resiko yang disengaja maupun resiko yang tidak disengaja.

semakin besar resikonya tidak tertagih, demikian pula sebaliknya. Resiko ini

5.             Balas Jasa

Akibat dari pemberian fasilitas kredit Bank tentu mengharapkan suatu keuntungan dalam jumlah tertentu. Keuntungan atas pemberian suatu kredit atau jasa tersebut yang kita kenal dengan nama bunga bagi Bank prinsip konvensional. Balas jasa dalam bentuk bunga, biaya provisi dan komisi serta biaya administrasi kredit ini merupakan keuntungan utama Bank. Sedangkan bagi Bank yang berdasarkan prinsip syariah balas jasanya ditentukan dengan bagi hasil.

 


 kita kenal dengan nama bunga bagi Bank prinsip konvensional. Balas jasa dalam bentuk bunga, biaya provisi dan komisi serta biaya administrasi kredit ini merupakan keuntungan utama Bank. Sedangkan bagi Bank yang berdasarkan prinsip syariah balas jasanya ditentukan dengan bagi hasil.

5.2.9         Aspek-Aspek Yang Perlu Diketahui Masyarakat Perihal Kredit dan Masalah Keuangan
1.             Perjanjian Kredit
Perjanjian Kredit adalah perjanjian pemberian kredit antara pemberi kredit dan penerima kredit.
2.             Syarat Sahnya Perjanjian Kredit
Pasal 1320 KUHPer menentukan 4 syarat sahnya suatu perjanjian, yaitu:
A.    Sepakat
B.     Kecakapan
C.     Suatu hal tertentu: Artinya dalam membuat perjanjian, apa yang diperjanjikan harus jelas sehingga hak dan kewajiban para pihak bisa ditetapkan
D.    Suatu sebab yang halal.
3.             Pihak-Pihak Dalam Perjanjian Kredit
A.           Pemberi Kredit atau kreditur adalah bank atau lembaga pembiayaan lain selain bank misalnya perusahaan leasing
B.            Penerima Kredit atau debitur, yaitu pihak yang bertindak sebagai subyek hukum.
4.             Fungsi Perjanjian Kredit
A.    Sebagai perjanjian pokok, artinya perjanjian kredit merupakan sesuatu yang menentukan batal atau tidak batalnya perjanjian lain yang mengikutinya, misalnya perjanjian pengikatan jaminan
B.     Sebagai alat bukti mengenai batasan-batasan hak dan kewajiban di antara kreditur dan debitur
C.     Sebagai alat untuk melakukan monitoring kredit.

5.             Bentuk Perjanjian Kredit
Perjanjian kredit ada 2 bentuk, yaitu:
A.    Perjanjian kredit yang dibuat dibawah tangan dinamakan akta di bawah tangan artinya perjanjian pemberian kredit oleh bank kepada nasabahnya yang hanya dibuat diantara mereka ( kreditur dan debitur ) tanpa notaries
B.     Perjanjian kredit yang dibuat oleh dan dihadapan notaris yang dinamakan akta otentik atau akta notariil.
6.             Komposisi Perjanjian Kredit
Komposisi perjanjian kredit terdiri dari 4 bagian, yaitu:
A.    Judul
B.     Komparisi, yaitu bagian dari suatu akta yang memuat keterangan tentang orang/pihak yang bertindak mengadakan perbuatan hukum
C.     Isi, yaitu bagian dari perjanjian kredit yang memuat hal-hal yang diperjanjikan para pihak
D.    Penutup.
7.      Klausul-Klausul dalam Perjanjian Kredit yang Memberatkan Nasabah Debitur
Beberapa klausul-klausul dalam perjanjian kredit yang memberatkan Nasabah Debitur antara lain:
A.           Kewenangan bank untuk sewaktu-waktu tanpa alasan apapun dan tanpa pemberitahuan sebelumnya secara sepihak menghentikan izin tarik kredit
B.            Bank berwenang secara sepihak menentukan harga jual dari barang agunan dalam hal penjualan barang agunan karena kredit nasabah debitur macet
C.            Kewajiban nasabah debitur untuk tunduk kepada segala petunjuk dan peraturan bank yang telah ada dan yang masih akan ditetapkan kemudian oleh bank
D.           Kuasa nasabah debitur yang tidak dapat dicabut kembali kepada bank untuk dapat melakukan segala tindakan yang dipandang perlu oleh bank
E.            Pencantuman klausul-klausul eksemsi yang membebaskan bank dari tuntutan ganti kerugian oleh nasabah debitur atas terjadinya kerugian yang diderita olehnya sebagai akibat tindakan bank
F.             Pencantuman klausul eksemsi mengenai tidak adanya hak nasabah debitur untuk dapat menyatakan keberatan atas pembebanan bank terhadap rekeningnya.


8.             Berakhirnya Perjanjian Kredit
Mengenai hapusnya atau berakhirnya perjanjian kredit mengacu pada ketentuan dalam Pasal 1381 KUHPer tentang hapusnya perikatan. praktek hapusnya atau berakhirnya perjanjian kredit lebih banyak disebabkan:
6.1         Pembayaran
7.1         Subrogasi
8.1         Pembaharuan Utang atau Novasi
9.1         Perjumpaan Utang atau Kompensasi.







































BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

10.1          Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, beberapa hal yang dapat disimpulkan dari penelitian ini adalah:
1.             Manfaat dari kredit perbankan bagi masyarakat yang paling utama adalah  mendorong pertumbuhan dan perluasan ekonomi, maka akan mengurangi tingkat pengangguran dan meningkatkan tingkat pendapatan masyarakat.
2.             Manfaat kredit perbankan bagi bank itu sendiri adalah Bank memperoleh pendapatan berupa bunga yang diterima dari debitur. Disamping bunga, walaupun jumlahnya tidak signifikan diperoleh pula pendapatan dari provisi atau biaya administrasi dan denda ( penalty ) & Fee Base Income ( biaya transfer, L/C iuran credit card atau ATM ) dan sebagainya. Dengan diperolehnya pendapatan bunga kredit, maka diharapkan rentabilitas bank akan membaik yang tercermin dalam perolehan laba yang meningkat.
3.             Manfaat kredit perbankan bagi pemerintah atau negara alat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi baik secara umum maupun untuk sector tertentu saja. Kredit bank dapat dijadikan alat atau piranti pengendalian moneter. Manakala uang yang besar dianggap terlalu banyak sehingga berdampak inflatoir ( dimana harga barang dan jasa pada umumnya meningkat ), maka kredit bank harus dikurangi antara lain melalui kenaikan suku bunga atau pembatasan jumlah pagu kredit, sehingga masyarakat enggan (discourage ) untuk meminjam atau kesempatan meminjam menjadi berkurang.Begitu pula sebaliknya dengan cara seperti itu arus tukar menukar barang dan jasa menjadi lancar.

4.      Dalam prakteknya suku bunga yang diberikan kepada debitur umumnya adalah suku bunga flat karena ;
·                Selalu terlihat lebih kecil dari pada suku bunga effektif/anuitas.
·                Perhitungan cicilan per bulan akan jauh lebih mudah dengan menggunakan suku bunga flat dibandingkan dengn suku bunga effektif.
·                Lebih mudah menerangkan perhitungan dengan system flat dibandingkan system efektif. Komunikasi antara bank dengan calon debitur dapat diperlancar

5.3              Saran
Kiranya perlu penulis sampaikan beberapa saran kepada pembaca berkaitan dengan hasil penelitian yang telah penulis lakukan, meskipun mungkin sederhana namun setidaknya dapat dijadikan input ataupun pertimbangan bagi pembaca sekalian yaitu kita harus memanfaatkan semaksimal mungkin keberadaan kredit perbankan,  sebab fungsi dan perannya sangat membantu dan penting dalam stabilitas perekonomian, produktifitas barang maupun jasa dari setiap perusahaan maupun perorangan. Tetapi kita juga harus mengerti setiap syarat yang di berikan setiap bank konvensional di Indonesia  sehigga kita bisa merasakan manfaat positifnya dari kredit perbankan  tersebut, sebab setiap bank konvensional memiliki berbagai jenis dan syarat yang berbeda-beda dalam pemberian kredit perbankan.









DAFTAR PUSTAKA

Thomas Suyatno, et all., Dasar-Dasar Perkreditan, Edisi Ke Empat, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1995

http://deasy-mayanti.blogspot.com/2012/01/contoh-penulisan-ilmiah.html

Minggu, 16 Maret 2014

Tugas
Pengertian dan Analisa Penalaran Dedukif
Nama    : Rizki Agustina Dwi Utami
Kelas     : 3EA25
Tulisan
Bahasa Indonesia 2#

Penalaran deduktif adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku khusus berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat umum. Proses penalaran ini disebut Deduksi. Kesimpulan deduktif dibentuk dengan cara deduksi. Yakni dimulai dari hal umum, kepada hal-hal yang khusus atau hal yang lebih rendah proses pembentukan kesimpulan deduktif tersebut dapat dimulai dari suatu dalil atau hukum yang menuju kepada hal-hal yang kongkrit.
Macam-macam penalaran deduktif diantaranya :
a.       Silogisme
Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proporsi (pernyataan)dan sebuah konklusi (kesimpulan ). Dengan fakta lain bahwa silogisme adalah rangkaian 3 buah pendapat, yang terdiri dari 2 pendapat dan 1 kesimpulan.
Penarikan kesimpulan secara deduktif dapat dilakukan secara langsung dan tidak langsung.
-          Penarikan secara langsung ditarik dari suatu premis
-          Penarikan tidak langsung ditarik dari dua premis
Premis pertama adalah premis yang bersifat umum sedangkan premis kedua adalah yang bersifat khusus.
Jenis penalaran deduksi yang menarik kesimpulan secara tidak langsung yaitu
-          Silogisme kategorial
Silogime kategorial : silogisme yang terjadi dari tiga proposisi.

Premis umum : Premis Mayor ( MY )
Premis khusus : Premis Minor ( MN )
Premis kesimpulan  : Premis Kesimpulan ( K )

Dalam kesimpulan terdpat subjek dan predikat. Subjek simpulan disebut term mayor, dan predikat simpulan disebut term minor.

Contoh silogisme kategorial
My   : Semua pelajar SMP adalah lulusan SD
Mn  : Badu adalah pelajar SMP
K      : Badu lulusan SD

-          Silogisme Hipotesis
Silogisme hipotesis yaitu : bila premis minornya membenarkan anteseden , simpulannya membenarkan konsekuen. Bila minornya menolak anteseden, bila simpulannya menolak berarti konsekuen.

-          Silogisme Alternatif
Silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berupa proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Simpulannya akan menolak alternatif yang lain.

b.      Entimen

Entimen adalah penalaran deduksi secara langsung. Dan dapat dikatakan pula silogisme premisnya dihilangkan atau tidak diucapkan karena sudah sama – sama diketahui.

(Adimanpangaribuan.blogspot.com/2012/11/analisa-penalaran-deduktif.html?m=1)


Selasa, 07 Januari 2014

NAMA : RIZKI AGUSTINA DWI UTAMI
KLS ; 3EA25
NPM : 16211324
BAGAIMANA KONSUMEN BISA MENCAPAI KEPUASAN
STRATEGI PEMIMPIN PASAR
1. Memperluas Keseluruhan Pasar
- PEMAKAI BARU. Setiap kelas produk memiliki potensi menarik pembeli yang tidak mengetahui produk itu atau yang menolaknya karena harganya atau keistimewaannya yang kurang. Produsen dapat mencari pemakai baru di antara tiga kelompok. Misalnya, pembuat parfum dapat mencoba meyakinkan wanita yang belum menggunakan parfum untuk menggunakannya (strategi penetrasi pasar), atau menyakinkan pria untuk mulai menggunakan parfum (strategi pasar baru), atau menjual parfum di negara lain (strategi ekspansi geografis)
 - PENGGUNA BARU. Pasar bisa diperluas dengan menemukan dan mempromosikan penggunaan baru suatu produk. Misalnya, orang Amerika umumnya makan sereal sarapan kering tiga kali seminggu. Produsen sereal akan untung jika mereka dapat memproduksikan makan sereal di kesempatan lain selama hari itu-mungkin sebagai makanan ringan larut malam atau pergi menjelang siang. – PENAMBAHAAN PENGGUNAAN. Strategi perluasan pasar ketiga adalah meyakinkan orang untuk menggunakan lebih banyak produk itu setiap kali penggunaan. Jika produsen sereal dapat menyakinkan orang untuk makan semangkok penuh sereal daripada setengah mangkok, total penjualan akan meningkat 2. Mempertahankan Pangsa Pasar Sambil berusaha memperluas pasar keseluruhan, perusahaan yang dominan harus terus memepertahankan bisnisnya saat ini terdapat serangan pesaing. Pemimpin itu seperti gajah yang diserang oleh kawasan lebah. Lebah yang tersebut dan terganas terus mendengung di sekeliling pemimpin.
STRATEGI PENANTANG PASAR
Perusahaan yang menempati urutan kedua dan seterusnya dapat disebut peringkat berikutnya (runner up) atau pengikut. Beberapa, seperti Colgate, Ford, Mountgomery Ward, Avis, Westinghouse dan Pepsi-Cola, cukup besar. Perusahaan peringkat berikutnya ini dapat mengambil salah satu dari dua sikap. Mereka dapat menyerang pemimpin secara agresif untuk mendapatkan pangsa pasar (penantang pasar-market follower).
1. Menetukan Sasaran dan Lawan Strategis Seorang penantang pasar harus menentukan dulu sasaran strategisnya. Sebagian besar sasaran strategis penantang pasar adalah meningkatkan pangsa pasarnya. Keputusan untuk menyerang beriteraksi dengan keputusan siapa yang akan diserang : • Menyerang pemimpin pasar : Ini merupakan strategi berisiko tinggi namun berimbalan tinggi dan masuk akal bila si pemimpin adalah “pemimpin palsu” yang tidak melayani pasar dengan baik. Daerah yang perlu diamati adalah kebutuhan atau ketidakpuasan pelanggan • Menyerang perusahaan seukuran yang tidak bekerja dengan baik dan kekurangan uang : Penantang pasar dapat menyerang perusahaan yang memiliki produk tua, yang mengenakan harga berlebihan, atau yang tidak memuaskan pelanggan. • Menyerang perusahaan kecil lokal dan regional yang tidak bekerja dengan baik dan kekurangan uang : Beberapa perusahaan bir besar tumbuh mencapai ukuran sekarang tidak dengan mencuri pelanggaan perusahaan lain tetapi dengan memangsa perusahaan-perusahaan yang lebih kecil.
STRATEGI PENGIKAT PASAR
Pemalsu (counterfeite) : Pemalsu menduplikatkan produk dan kemasan pemimpin dan menjualnya di pasar gelap atau melalui penyalur yang buruk reputasinya. Perusahaan seperti Apple Computer dan Rolex diganggu oleh masalah pemalsuan, terutama di timur jauh, dan sedang mencari cara untuk mengalahkan pemalsu-pemalsu tersebut.
Pengklon (cloner) : Pengloan mengikuti produk distribusi, iklan pemimpin, dan sebagainya. Produk dan kemasan pengkloan mirip milik pemimpin, sementara merek mungkin sedikit berbeda, seperti “Coka-cola” bukanya “Coca-cola”. Pengkloan secara parasit hidup dari investasi pemimpin pasar. Misalnya, Ralcop Holding Inc. menjual imitasi merek sereal dalam kemasan yang serupa.
Peniru (imitator) : Peniru mencontek beberapa hal dari pemimpin, namun masih mempertahankan diferensiasi dalam hal kemasan, iklan, harga dan lain-lain. Pemimpin tidak peduli dengan peniru asal peniru tidak menyerang pemimpin secara agresif. Peniru bahkan membantu pemimpin menghindari tuduhan monopoli.
Pengadaptasi (adapter) : Pengadaptasi mengambil produk pemimpin dan mengadaptasi atau meperbaikinya. Pengadaptasi mungkin memilih untuk menjual pada pasar yang berbeda untuk menghindari konfrontasi langsung dengan pemimpin. Namun sering pengadaptasi menjadi penantang masa depan, seperti yang dilakukan banyak perusahaan jepang setelah mengadaptasi dan memperbaiki produk yang dikembangkan di tempat lain.
STRATEGI PERELUNG PASAR
Alternatif dari menjadi pengikut di pasar besar adalah pemimpin di pasar kecil, atau relung pasar (niche). perusahaan kecil umumnya menghindari persaingan melawan perusahaan besar dengan mengincar pasar kecil yang tidak menarik perusahaan besar.
BEBERAPA STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN KEPUASAN KONSUMEN :
1. Berikan produk yang berkualitas, serta bebas dari kerusakan ataupun kecacatan saat sampai di tangan pelanggan. Sebaiknya cek terlebih dahulu kualitas produk atau jasa yang akan diberikan kepada pelanggan
2. Berikan kualitas pelayanan yang ramah, ketepatan waktu penyampaian, serta menggunakan sistem yang mudah dipahami para pelanggan. Sehingga para pelanggan tidak merasa kesulitan dengan pelayanan yang diberikan, baik pelayanan langsung maupun pelayanan online
3. Fokus pada kepentingan atau pencapaian kepuasan pelanggan, sehingga produk serta pelayanan yang diberikan dapat memenuhi harapan pelanggan
4. Memperhatikan harga produk maupun biaya pelayanan yang sesuai dengan kondisi pasar saat ini, serta sesuaikan dengan nilai produk atau jasa yang ditawarkkan. Karena pelanggan akan membandingkan antara biaya yang dikeluarkan dengan manfaat yang diperoleh dari suatu produk
5. Berikan jaminan keamanan dari produk maupun pelayanan yang diberikan, sehingga para pelanggan percaya dengan produk ataupun jasa yang ditawakan dan akan terus menjadi pelanggan setia perusahaan kita. Misalnya dengan mencantumkan ijin dari Badan POM bagi produk makanan dan obat.
Setelah memiliki beberapa strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan, langkah berikutnya Anda dapat mengukur kepuasan pelanggan Anda dengan beberapa cara sederhana berikut :
1. Menggunakan sistem saran dan kritik dari para pelanggan. Misalnya dengan menyediakan kotak saran maupun kritik, atau menyediakan layanan telepon suara konsumen
2. Dengan mengadakan survey kepuasan pelanggan. Biasanya dilakukan dengan memberikan kuesioner pada pelanggan yang sedang membeli produk kita, atau dapat juga melakukan survey dengan melakukan telepon acak untuk menanyakan pelayanan yang selama ini telah diberikan
3. Dengan mencoba menghubungi kembali pelanggan yang sudah lama tidak membeli produk kita. Sehingga kita bisa mengetahui penyebab mereka berhenti berlangganan, apakah karena kecewa dengan produk kita atau karena ada faktor lain. Sehingga kita dapat mengevaluasi produk serta pelayanan yang selama ini diberikan Dengan adanya penilaian kepuasan pelanggan kita dapat mengetahui kebutuhan yang diinginkan para pelanggan. Yang berpengaruh pula terhadap omset penjualan produk. Untuk itu berikan pelayanan prima bagi setiap pelanggan Anda, agar mereka merasa senang dan nyaman dengan produk kita.
Kepuasan pelanggan yaitu respon atau tanggapan yang diberikan para konsumen setelah terpenuhinya kebutuhan mereka akan sebuah produk ataupun jasa, sehingga para konsumen memperoleh rasa nyaman dan senang karena harapannya telah terpenuhi. Selain itu kepuasan pelanggan juga sering dijadikan sebagai salah satu tujuan utama dari strategi pemasaran bisnis, baik bisnis yang dijalankan dengan memproduksi barang maupun bisnis jasa.
Keberhasilan strategi pemasaran suatu usaha dapat dicapai jika kepuasan pelanggan telah terpenuhi. Namun untuk memperoleh kepuasan pelanggan tidaklah mudah, karena tiap pelanggan memiliki tingkat kepuasan yang berbeda – beda walaupun membutuhkan produk yang sama. Proses pemenuhan kepuasan pelanggan tidak hanya membutuhkan produk atau jasa yang berkualitas saja, namun juga membutuhkan adanya sistem pelayanan yang mendukung. Sehingga para pelanggan akan merasa senang dengan produk atau jasa yang dibutuhkan, serta nyaman dengan pelayanan yang diberikan
Adanya kepuasan pelanggan ternyata juga dapat mempengaruhi omset penjualan yang dihasilkan. Jika pelanggan merasa puas akan suatu produk maka permintaan akan meningkat dan omset penjualan pun ikut naik, sebaliknya jika pelanggan tidak merasa puas maka permintaan akan menurun begitu juga dengan omset penjualannya.  Hal penting lainnya yang harus diperhatikan yaitu, pelanggan yang kurang puas dengan suatu produk tidak akan membeli ataupun menggunakan lagi produk yang kita tawarkan. Selain itu pelanggan yang kurang puas juga dapat menceritakan kepada konsumen lain tentang keburukan produk yang mereka dapatkan, sehingga dapat menimbulkan citra buruk di kalangan para konsumen.

 NAMA : RIZKI AGUSTINA DWI UTAMI
KLS : 3EA25
NPM : 16211324

BAGAIMANA HUBUNGAN PRINSIP BISNIS DENGAN  KEPUASAN KONSUMEN

1. Saling percaya dan menghormati
Nilai ini didasarkan pada suatu prinsip bahwa kepercayaan dapat menumbuhkan rasa saling percaya dan saling menghormati. Hal ini melancarkan jalan untuk komunikasi yang lebih mudah, lebih memahami adanya perbedaan dan menyambut pemikiran serta pendapat baru
2. Kerja sama
Kerja sama dalam suatu perusahaan merupakan hal yang utama, karena menekankan adanya kebersamaan untuk mencapai suatu tujuan dengan membangun sinergi diantara karyawan.
3. Memberi yang terbaik
Nilai ini memotivasi karyawan tidak gampang puas dan tidak hanya untuk memastikan potensi keahlian sesuai standar, tetapi standar tersebut merupakan suatu tantangan untuk dapat melakukan yang lebih baik lagi. Hal ini dimaksudkan sebagai suatu perbaikan yang terus menerus didalam proses bisnis, pengembangan produk dan cara pengambilan keputusan untuk memenuhi tuntutan kepuasan pelanggan yang lebih tinggi
4. Kepuasan pelanggan
Nilai ini diartikan sebagai tuntutan yang terus menerus untuk menciptakan kepuasan dalam pelayanan pelanggan baik pelanggan internal maupun eksternal. Pemikiran ini sangat penting sebagai pedoman perusahaan dalam hal penyusunan prinsip kebijakan dan strategi, aktivitas bisnis dan proses pengambilan keputusan serta dalam pemberian layanan

Standar Perilaku Berusaha

BFI melaksanakan kegiatan usahanya dengan kejujuran, integritas dan keterbukaan, serta menghormati kepentingan pemegang saham, karyawan dan para stakeholder lainnya.

Tanggung Jawab Perusahaan

BFI mengakui adanya 5 (lima) bidang tanggung jawab perusahaan:
a. Kepada Pemegang Saham
Kami akan menjalankan usaha perusahaan untuk meningkatkan nilai pemegang saham berdasarkan prinsip-prinsip good corporate governance. BFI bermaksud untuk memberikan hasil usaha yang optimal dengan senantiasa memelihara pembayaran dividen kepada para pemegang saham, sementara itu juga menahan dana yang mencukupi untuk menggerakkan pertumbuhan perusahaan. BFI sangat menghargai hubungan dengan para pemegang saham dan akan memberikan informasi tepat waktu, teratur dan dapat dipercaya mengenai kegiatan, kondisi keuangan dan hasil usaha perusahaan.


 


b. Kepada Pelanggan
Kami memiliki komitmen untuk meraih dan mempertahankan para pelanggan dengan menyediakan produk jasa pembiayaan yang memberikan nilai tambah bagi para pelanggan dari segi manfaat dan biayanya.
c. Kepada Karyawan
Kami menghargai karyawan perusahaan sebagai sumber daya yang sangat penting dan akan merekrut, mempekerjakan, memberikan pelatihan dan mempromosikan karyawan berdasarkan kualifikasi dan kemampuan yang diperlukan untuk pelaksanaan pekerjaan. Lebih lanjut, kami bertanggung jawab untuk menciptakan kondisi kerja yang sehat dan akan melakukan segala sesuatu yang wajar untuk melindungi keselamatan para karyawan.
d. Kepada Pihak Dengan Siapa Berbisnis
Kami senantiasa memelihara hubungan yang saling menguntungkan dengan para kreditur, mitra usaha dan pihak lainnya dengan siapa perusahaan melakukan bisnis, serta mendorong penerapan prinsip-prinsip ini dalam pelaksanaannya.
e. Kepada Masyarakat
Kami akan senantiasa menjalankan bisnis perusahaan sebagai anggota masyarakat yang bertanggung jawab, menghormati undang-undang dan peraturan yang berlaku ditempat perusahaan melakukan usaha dan berupaya untuk memastikan bahwa kegiatan-kegiatan perusahaan tidak melibatkannya dalam pelanggaran-pelanggaran hak azasi manusia.
Sumbangan yang diberikan perusahaan dimaksudkan untuk kemajuan sosial dan material ditempat dimana perusahaan beroperasi melalui kegiatan-kegiatan yang dapat memberi manfaat langsung dan seefektif mungkin kepada pihak penerima sumbangan.

Integritas Usaha

BFI beserta seluruh Kantor Cabang dituntut untuk mengutamakan kejujuran, integritas dan kewajaran disemua aspek usaha perusahaan dan mengharapkan hal yang sama dalam hubungan dengan semua pihak dengan siapa BFI berbisnis. Semua transaksi bisnis atas nama perusahaan harus dicerminkan secara akurat dan wajar didalam pembukuan dan pencatatan perusahaan sesuai dengan prosedur-prosedur yang ditetapkan dan tunduk pada audit. Para karyawan harus menghindari kegiatan pribadi yang bertentangan dengan tanggung jawab dan peran mereka dalam menjalankan bisnis perusahaan. Komitmen Kegiatan Operasional
a. Pemakaian dan perlindungan aset perusahaan
BFI akan memastikan bahwa setiap karyawan bertanggung jawab atas pemakaian yang wajar, perlindungan dan pelestarian aset dan sumber daya perusahaan. Aset dan sumber daya perusahaan, maupun kesempatan-kesempatan apapun yang timbul berdasarkan kedudukan seseorang, harus digunakan semata-mata untuk kepentingan pencapaian tujuan perusahaan dan bukan untuk kepentingan pribadi. Karyawan BFI dilarang mencari keuntungan untuk diri mereka sendiri atau orang lain melalui penyalahgunaan jabatan.
b. Pengungkapan Informasi
BFI menganggap informasi dibidang strategi bisnis merupakan asset perusahaan yang harus dilindungi terhadap kehilangan, pelanggaran serta pemakaian dan pengungkapan yang tidak selayaknya.
c. Perdagangan Orang Dalam (insider trading)
BFI akan senantiasa memastikan bahwa semua karyawan harus mentaati aturan-aturan insider trading. Ini berarti bahwa adanya informasi bukan untuk umum yang dapat mempengaruhi harga saham BFI, harus dirahasiakan dengan baik sampai diumumkan oleh manajemen yang berwenang. Lebih lanjut, karyawan yang mempunyai informasi sensitif yang mungkin dapat mempengaruhi harga saham BFI dan hak-hak terkait, tidak boleh melakukan transaksi langsung maupun tidak langsung atas saham BFI dan hak-hak terkait tersebut.